Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Angka Drop Out (DO) Mahasiswa Indonesia

Pemudapembelajar.com - Istilah Drop Out / DO / Pemutusan hubungan studi di Indonesia lebih banyak memiliki makna negatif dan bahkan menjadi sebuah aib buruk bagi yang bersangkutan baik atas dasar pilihannya sendiri ataupun karena keadaan yang menjadi sebab drop out. Pada periode 2019/2021, statistik pendidikan tinggi di Indonesia mencatat lebih dari 600rb mahasiswa yang DO. Lalu apakah sebenarnya drop out itu? alasan apa saja yang membuat mahasiswa bisa ke DO? dan bagaimana angka statistik mahasiswa drop out di Indonesia? Baca sampe akhir ya.

Mahasiswa Drop Out (DO) Indonesia

Dropout (DO) dikalangan Mahasiswa Indonesia

Daftar Isi

  1. Pengertian Dropout (DO) / Pemutusan hubungan studi
  2. Alasan Mahasiswa Drop Out di Indonesia
  3. Angka Mahasiswa Drop Out (DO) Indonesia

1. Pengertian Dropout (DO) / Pemutusan hubungan studi

Menurut KBBI Dropout (DO) adalah kondisi dimana siswa belum sempat menyelesaikan studinya namun sudah berhenti. Dari arti tersebut, drop out pada jenjang perkuliahan ialah pemutusan hak belajar oleh universitas berupa dihentikannya status belajar sebagai mahasiswa atau mahasiswi sebelum masa belajarnya selesai dikarenakan sebab tertentu.

Biasanya setiap universitas memiliki aturan yang berbeda-beda terkait prosedur mahasiswa drop out. Beberapa uiversitas memiliki aturan yang ketat untuk mahasiswanya namun tidak sedikit juga yang menerapkan aturan agak longgar dalam proses mendrop out mahasiswa.

Yuk baca juga: Materi Dasar Teknik Informatika yang Wajib Dipelajari

2. Alasan Mahasiswa Drop Out di Indonesia

Angka Mahasiswa Drop Out (DO) Indonesia

Berdasarkan pengelompokan penyebab mahasiswa drop out dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:

  • Masalah yang timbul atas faktor internal mahasiswa 
Faktor internal yang menyebabkan seorang mahasiswa drop out bisa dari sebab fisik, spirit, dan mentalnya. Misalnya tidak mempunyai minat dalam belajar, sering sakit-sakitan sehinga menyebabkan banyak ketidak hadiran dalam proses perkuliahan, daya juang mahasiswa yang rendah dalam menyelesaikan semua tugas dan aktivitas perkuliahan yang panjang dan melelahkan, serta kenakalan mahasiswa seperti mencontek, plagiat, berbuat curang atau bertindak kriminal.
  • Masalah yang timbul atas faktor eksternal mahasiswa
Sedangkan penyebab mahasiswa drop out dari sisi ekstenal yang sering terjadi ialah faktor akademis yang tidak sesuai dengan passion dan keingingn atau kurang sukesnya pergaulan sosial di perguruan tinggi. Faktor keterbatasan ekonomi juga menjadi salah satu penyumbang mahasiswa drop out, walaupun untuk sebab ekonomi ini lebih banyak jalan keluar agar tidak ter DO, seperti bisa mengajukan keringanan bagi yang kurang mampu, atau mengajukan beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi.

3. Angka Mahasiswa Drop Out (DO) Indonesia

Diambil dari Publikasi PDDIKTI – statistik pendidikan tinggi 2020, angka mahasiswa drop out (DO) Indonesia terdiri dari gabungan antara mahasiswa yang keluar / dikeluarkan, mahasiswa putus kuliah dan pengunduran diri mahasiswa. Untuk cakupan jenjang Pendidikan yang ditempuh ialah keseluruhan, dimulai dari jenjang D1 hingga jenjang S3.

Periode 2019/2020 jumlah mahasiswa Indonesia terdaftar adalah 8.483.213 sedangkan angka drop out pada periode tersebut adalah 602.208, sehingga persentase angka mahasiswa drop out periode 2019/2020 adalah 7%. Bila dibandingkan dengan periode sebelumnya angka tersebut lebih rendah 1% dimana pada periode 2018/2019 berjumlah 8%.

Angka Mahasiswa Drop Out (DO) Indonesia

Rasio mahasiswa drop out / putus kuliah berdasarkan top 5 program studi pada keseluruhan jenjang pendidikan (D1-S3) sebagai berikut:

  • Manajemen Retail (14.3%)
  • Komputer Multimedia (4.6%)
  • Teknologi Kimia Industri Kab. Nageneko (3.5%)
  • Pendidikan Guru SD (3.0%)
  • Ilmu Pendidikan Teologi (2.0%)

Yuk baca juga: Informasi beasiswa lengkap S1

Rasio selanjutnya berdasarkan provinsi, top 5 provinsi mahasiswa drop out terbanyak. Diambil dari keseluruhan data di level nasional.

  • Provinsi D.K.I. Jakarta (103.372 mahasiswa)
  • Provinsi Jawa Timur (71.755 mahasiswa)
  • Provinsi Sumatera Utara (64.579 mahasiswa)
  • Provinsi Jawa Barat (51.114 mahasiswa)
  • Provinsi Jawa Tengah (29.917 mahasiswa)

Demikian pembahasan mengenai mahasiswa drop out (DO) atau putus kuliah pada statistik pendidikan tinggi di Indonesia. Sebuah problem realita yang akan terus menjadi PR Bersama antara pemerintah, civitas akademika, dan masyarakat, karena problematika drop out tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan Amerika, Jepang dan negara maju lainnya memiliki permasalahan yang sama.

Pesan dari kita, sekiranya ada dilingkungan kita mahasiswa yang ke DO baik secara sengaja atau tidak, sebaiknya kita harus selalu support, jangan dikucilan, atau malah didiskreditkan, dijudge, jangan ya, tetap menjadi manusia penebar kebaikan yang memiliki etika dan ilmu pengetahuan.